Rahasia Pebisnis Ekspor Terbongkar! Cara Riset Pasar Global Akurat Menggunakan Trademap
Memulai bisnis ekspor tanpa riset ibarat berlayar tanpa kompas. Banyak pelaku usaha, khususnya UMKM, gagal menembus pasar internasional bukan karena produknya buruk, tetapi karena salah memilih negara tujuan dan tidak memahami data pasar. Kabar baiknya, kini ada alat riset ekspor berbasis data resmi yang bisa digunakan secara gratis, yaitu Trademap. Dengan Trademap, Anda bisa melihat peluang ekspor secara akurat, terukur, dan berbasis angka nyata.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana melakukan riset ekspor menggunakan Trademap, mulai dari pengenalan, fungsi utama, hingga tips memanfaatkannya agar bisnis Anda siap go international.
Apa Itu Trademap?
Trademap adalah platform analisis perdagangan internasional yang dikembangkan oleh International Trade Centre (ITC), lembaga kerja sama antara WTO dan PBB. Trademap menyediakan data statistik ekspor-impor lebih dari 220 negara dan ribuan produk di seluruh dunia.
Data yang disajikan Trademap bersumber dari lembaga resmi seperti bea cukai dan badan statistik nasional, sehingga tingkat akurasinya sangat tinggi. Inilah yang membuat Trademap menjadi salah satu alat riset favorit eksportir, konsultan perdagangan, hingga pemerintah.
Mengapa Riset Ekspor dengan Trademap Sangat Penting?
Berbeda dengan riset menggunakan mesin pencari biasa, Trademap menampilkan data kuantitatif nyata, seperti:
-
Nilai dan volume ekspor-impor
-
Pertumbuhan pasar (growth)
-
Negara eksportir dan importir terbesar
-
Neraca perdagangan suatu negara
-
Tren permintaan dalam beberapa tahun terakhir
Dengan data tersebut, Anda bisa menentukan pasar potensial berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi.
Cara Melakukan Riset Ekspor Menggunakan Trademap
Berikut langkah-langkah praktis riset ekspor menggunakan Trademap yang bisa diterapkan pemula sekalipun:
1. Tentukan Kode HS Produk
Langkah awal adalah mengetahui HS Code (Harmonized System) produk Anda. HS Code adalah kode internasional yang digunakan dalam perdagangan global. Tanpa HS Code, riset di Trademap tidak akan maksimal.
Contoh:
-
Kopi: HS Code 0901
-
Furnitur kayu: HS Code 9403
HS Code bisa dicari melalui Google atau langsung di Trademap.
2. Analisis Negara Importir Terbesar
Setelah memasukkan HS Code, Trademap akan menampilkan daftar negara importir terbesar untuk produk tersebut. Dari sini, Anda bisa melihat:
-
Negara dengan nilai impor tertinggi
-
Negara dengan pertumbuhan impor tercepat
-
Negara yang konsisten mengimpor dalam beberapa tahun terakhir
Negara dengan impor besar dan pertumbuhan positif adalah target pasar potensial.
3. Melihat Tren dan Pertumbuhan Pasar
Trademap memungkinkan Anda menganalisis tren hingga 5–10 tahun terakhir. Ini sangat penting untuk mengetahui apakah pasar:
-
Sedang berkembang (growth positif)
-
Stagnan
-
Mengalami penurunan
Fokuslah pada pasar yang menunjukkan tren naik agar peluang ekspor lebih berkelanjutan.
4. Analisis Pesaing Global
Selain melihat negara importir, Trademap juga menampilkan negara pengekspor utama ke pasar tersebut. Dari sini Anda bisa mengetahui:
-
Siapa pesaing terbesar Anda
-
Negara mana yang mendominasi pasar
-
Posisi Indonesia dibanding negara lain
Analisis ini membantu Anda menyusun strategi diferensiasi produk dan harga.
5. Evaluasi Peluang Indonesia
Salah satu fitur penting Trademap adalah data kinerja ekspor Indonesia. Anda bisa melihat:
-
Apakah Indonesia sudah mengekspor produk tersebut
-
Nilai dan pertumbuhan ekspornya
-
Pangsa pasar Indonesia di negara tujuan
Jika pangsa pasar Indonesia masih kecil, justru itu bisa menjadi peluang besar untuk masuk.
Keunggulan Riset Ekspor Menggunakan Trademap
Menggunakan Trademap memberikan banyak keunggulan, di antaranya:
-
Data resmi dan terpercaya
-
Bisa membandingkan banyak negara sekaligus
-
Membantu memilih pasar prioritas
-
Mengurangi risiko salah target ekspor
-
Cocok untuk UMKM hingga perusahaan besar
Dengan Trademap, keputusan ekspor menjadi lebih strategis dan berbasis data.
Tips Agar Riset Trademap Lebih Maksimal
Agar hasil riset semakin akurat, perhatikan tips berikut:
-
Gunakan data minimal 3–5 tahun terakhir
-
Bandingkan beberapa negara tujuan
-
Padukan data Trademap dengan riset lapangan
-
Kombinasikan dengan platform lain seperti ITC Export Potential Map
-
Catat dan analisis data dalam bentuk tabel
Riset ekspor bukan lagi hal yang rumit dan mahal. Dengan Trademap, Anda bisa memahami peta perdagangan dunia hanya dalam hitungan menit. Data yang akurat, lengkap, dan mudah diakses menjadikan Trademap alat wajib bagi siapa pun yang ingin sukses di pasar global.
Jika Anda serius ingin menembus pasar internasional dan menghindari kegagalan akibat salah riset, Trademap adalah kunci awal menuju ekspor yang lebih terarah dan menguntungkan. Saatnya berhenti menebak-nebak, dan mulai ekspor berbasis data!
